Oleh: Komaruddin Hidayat Setiap orang memiliki ragam indentitas. Bagi penganut ideologi universalisme individualitas kemanusiaan sebagai identitas primer, mengingat setiap orang terlahir sebagai anak manusia (human being), sementara identitas lain bersifat sekunder. Berikutnya adalah identitas etnis, mengingat setiap anak terlahir sebagai anak kandung biologis dan etnis tanpa bisa memilih, sehingga kenyataan …
Read More »Ancaman Demokrasi*
Oleh: Komaruddin Hidayat Sebuah konstitusi tidak menjamin tegaknya demokrasi jika pemimpin suatu negara tidak memiliki komitmen kuat untuk menjaga norma, tradisi dan etika demokrasi, tulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblat dalam How Democracies Die (2018). Levitsky dan Ziblat gelisah melihat etika demokrasi Amerika Serikat dirusak oleh Trump, pada hal selama …
Read More »Neo-Tribalisme Dalam Politik*
Oleh: Komaruddin Hidayat “The tribal instinct is not just an instinct to belong. It is also an instinct to exlude”, tulis Amy Chua dalam Political Tribes (2018). Menurut Chua, demokrasi ternyata telah membuka peluang bagi tampilnya naluri tribalisme dalam panggung politik nasional. Di Amerika Serikat, isu tribalisme dalam politik muncul …
Read More »Pemilu Yang Menegangkan
Oleh: Komaruddin Hidayat Ingat pemilu di era orde baru? Sebelum dilaksanakan, masyarakat sudah yakin bahwa yang akan terpilih lagi pasti Pak Harto. Sampai-sampai muncul sindiran, syarat untuk maju sebagai calon presiden harus punya pengalaman pernah jadi presiden, sehingga calon yang lain tidak mungkin bisa mengalahkan Pak Harto. Waktu itu yang …
Read More »Panggung
Oleh: Komaruddin Hidayat Dalam pengertian generiknya, panggung adalah bangunan papan agak tinggi dari permukaan tanah. Di Kalimantan, misalnya, banyak ditemukan rumah panggung yang dibangun di atas rawa-rawa sungai sehingga aman dari terpaan banjir ketika permukaan air naik. Juga penghuninya terhindar dari binatang liar. Tidak hanya di Kalimantan, di berbagai wilayah …
Read More »Visi, Skill, dan Nyali
Oleh: Komaruddin Hidayat Panggung kompetisi dan perdebatan antar pasangan Capres-Cawapres, bukan sekedar lomba retorika, kemahiran berpidato atau berdebat di depan publik. Tetapi tak kalah pentingnya adalah menjual visi bagi masa depan bangsa. Seorang pemimpin yang visioner ibarat pelukis yang tengah memegang kuas yang mungkin saja tengah melukis sebuah titik atau …
Read More »Tuhan pun Diajak Berpolitik
Oleh: Komaruddin Hidayat Di samping terjadi perubahan dan kemajuan dalam bidang sains dan tekonologi, fenomena sosial yang cukup menonjol adalah terjadinya penguatan identitas dan solidaritas kelompok berdasarkan kesamaan keyakinan agama dan sentimen etnis. Sementara itu, agama dan etnis selalu bersifat plural, majemuk. Di muka bumi ini terdapat beragam agama dan …
Read More »Memilih Pemimpin
Oleh: Komaruddin Hidayat Memilih Gubernur atau Presiden tidak sama dengan memilih imam sholat. Dalam sholat berjamaah, mereka yang datang ke masjid sudah pasang niat untuk bersujud pada Allah, tidak begitu penting siapa imamnya. Mereka juga tak akan membuat kerusuhan di masjid. Dalam memilih imam sholat, yang diutamakan adalah yang paling …
Read More »Berdaulat Sesaat
Oleh: Komaruddin Hidayat Konsep kedaulatan rakyat itu terasa abstrak dan sulit diukur. Namun setiap menjelang pilpres atau pileg, kedaulatan rakyat itu begitu terasa, yaitu berupa hak suara. Dalam sistim demokrasi, seseorang sah menjadi wakil rakyat dan presiden tergantung besaran jumlah suara rakyat yang memilihnya. Makanya para alite politik berlomba untuk …
Read More »
KAHA Virtual University The Official Website of Prof. Dr. Komaruddin Hidayat