Oleh: Komaruddin Hidayat Hidup itu bagaikan permainan catur. Manusia bebas bergerak ke mana dia mau, namun pola gerakannya terikat dengan ketentuan yang sudah pasti. Perhatikan saja permainan catur, setiap aktor yang berada di atas papan terikat dengan pola gerakan yang sudah pasti, dan jika dilanggar maka permainan catur jadi buyar. …
Read More »Momentum Perkembangan Jiwa (6)
Oleh: Komaruddin Hidayat Semakin seseorang lanjut usia, daya dukung jiwa nabati (vegetative soul) dan jiwa hewani (animal soul) semakin melemah. Puncak pertumbuhan organ dan jiwa nabati mungkin mentok pada usia 25 tahun dan puncak kesegarannya bertahan sampai usia 50- an. Begitupun daya dukung jiwa hewani semakin lanjut usia seseorang semakin …
Read More »Eksistensi Jiwa Rabbani (5)
Oleh: Komaruddin Hidayat Elemen paling vital tetapi sering diremehkan, bahkan ditolak, oleh para ilmuwan adalah adanya jiwa rabbani dalam diri manusia. Sebagai seorang muslim, ketika berbicara masalah metafisik referensi saya tentu saja Alquran. Jiwa rabbani ini sumbernya adalah roh Ilahi yang ditiupkan, bukan diciptakan, oleh Allah ke dalam tubuh manusia. …
Read More »Eksistensi Jiwa Insani (4)
Oleh: Komaruddin Hidayat Jiwa insani (human soul) berposisi di atas jiwa nabati dan jiwa hewani yang ketiganya melekat pada diri seseorang. Pada dimensi dan kualitas inilah semakin tampak keunggulan manusia dari dunia flora dan fauna. Ikon jiwa insani terletak pada kehebatan daya intelektualitasnya yang bertumpu pada otak. Dengan kekuatan berpikirnya, …
Read More »Eksistensi Jiwa Hewani (3)
Oleh: Komaruddin Hidayat Di atas jiwa nabati (vegetative soul), dalam diri manusia terdapat jiwa hewani (animal soul). Pada level ini, kemiripan antara manusia dan hewan semakin terlihat dekat dan jelas. Karakter pokok jiwa hewani adalah hidup dan beraktivitas dengan dukungan indera dan insting, yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, bergerak, dan dorongan …
Read More »Eksistensi Jiwa Nabati (2)
Oleh: Komaruddin Hidayat Meneruskan pembahasan jenjang eksistensi manusia, setelah eksistensi jasadi, di atasnya terdapat eksistensi jiwa nabati. Dalam diri manusia, pertumbuhan jiwa nabati sangat mudah diamati pada masa kanak-kanak. Kata kuncinya adalah: tumbuh, sebagaimana dunia tumbuh-tumbuhan (flora). Agar tumbuh sehat, diperlukan gizi melalui kegiatan makan-minum dan memperoleh cahaya matahari secara …
Read More »Mata Rantai Eksistensi Manusia (1)
Oleh: Komaruddin Hidayat Manusia ada yang menyebutnya mikrokosmos karena di dalam dirinya terdapat semua unsur kosmos yang tersebar dan berdiri masing-masing. Coba saja amati dan renungkan, semua unsur yang ada di bumi dan langit akan ditemukan dalam dirinya. Bahkan ada unsur yang khas dimiliki manusia yang tidak terdapat dalam makrokosmos, …
Read More »Menakar Kualitas Puasa
Oleh: Komaruddin Hidayat SETIDAKNYA terdapat empat dimensi untuk menimbang dampak positif dari puasa Ramadhan. Yang paling mudah diamati dan dikukur adalah efek puasa terhadap kesehatan fisik. Ini wilayah ilmu kedokteran. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman medis, orang yang berpuasa bukannya menjadi sakit, justru sebaliknya, malah bertambah sehat. Bahkan banyak dokter yang …
Read More »Be a life-long learner!
Oleh: Komaruddin Hidayat Jadilah pembelajar sepanjang hayat! Menuntut ilmu itu kewajiban bagi setiap muslim sejak kecil sampai datangnya ajal. Begitulah sabda dan perintah Rasulullah Muhammad yang sudah saya dengar dan bahkan hafal sejak kecil dari guru mengaji saya di masjid. Nabi Muhammad mewajibkan umatnya untuk tidak pernah berhenti belajar untuk …
Read More »Apa yang Kita Miliki?
Oleh: Komaruddin Hidayat Kata milik dugaan saya berasal dari bahasa Arab. Malik artinya penguasa atau raja. Dalam surah al Fatihah disebutkan “maliki yaumiddin”, yang menguasai atau merajai hari kemudian nanti. Jadi, pemilikan artinya penguasaan. Kalau kita memiliki sesuatu, artinya kita menguasai sesuatu itu sehingga bisa berbuat apa saja dengan apa …
Read More »
KAHA Virtual University The Official Website of Prof. Dr. Komaruddin Hidayat