Oleh: Komaruddin Hidayat Banyak teori dan pemikir yang membahas asal-usul munculnya rasa takut dan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Frank Furedi dalam bukunya How Fear Works (2018) setebal 306 halaman itu mengulas cukup panjang tentang “culture of fear”, budaya ketakutan. Digunakan kata “culture” menunjukkan bahwa ketakutan itu telah meluas, membudaya, meskipun …
Read More »Polemik Kalender
Oleh: Komaruddin Hidayat Menurut Immanuel Kant (1724-1804), ketika kita berpikir sesungguhnya ada dua kondisi yang mesti ada, namun tidak kita sadari. Yaitu ada time and space (waktu dan ruang), yang dia sebut sebagai apriori condition. Ketika kita mengada, berpikir dan beraktivitas, semuanya berlangsung dalam waktu dan ruang. Bahkan ketika berpikir tentang …
Read More »Menghormati Jenazah
Oleh: Komaruddin Hidayat Dua hari lalu, sambil sarapan pagi persiapan main golf, seorang teman, sebut saja Lutfi, berbagi cerita yang cukup menyentuh perasaan saya. Yaitu, sebuah adegan sesama saudara kandung bertengkar di depan jenazah ayahnya di rumah duka yang tengah dipersiapkan untuk dibawa ke pemakaman. Masalah yang diributkan di hadapan …
Read More »Visi, Skill, dan Nyali
Oleh: Komaruddin Hidayat Panggung kompetisi dan perdebatan antar pasangan Capres-Cawapres, bukan sekedar lomba retorika, kemahiran berpidato atau berdebat di depan publik. Tetapi tak kalah pentingnya adalah menjual visi bagi masa depan bangsa. Seorang pemimpin yang visioner ibarat pelukis yang tengah memegang kuas yang mungkin saja tengah melukis sebuah titik atau …
Read More »Pudarnya Kepakaran
Oleh: Komaruddin Hidayat Judul di atas terinspirasi oleh buku The Death of Expertise (2017) oleh Tom Nichols. Sebuah buku yang provokatif dan peringatan serius bagi kalangan pakar. Yaitu mereka yang mempelajari bidang ilmu secara serius, konsisten, memiliki pengalaman banyak yang berkaitan dengan disiplin ilmunya, dan memperoleh pengakuan dari kolega seprofessi. …
Read More »Tuhan pun Diajak Berpolitik
Oleh: Komaruddin Hidayat Di samping terjadi perubahan dan kemajuan dalam bidang sains dan tekonologi, fenomena sosial yang cukup menonjol adalah terjadinya penguatan identitas dan solidaritas kelompok berdasarkan kesamaan keyakinan agama dan sentimen etnis. Sementara itu, agama dan etnis selalu bersifat plural, majemuk. Di muka bumi ini terdapat beragam agama dan …
Read More »Perubahan Ritme Hidup
Oleh: Komaruddin Hidayat Sambil makan siang, seorang teman bankir, sebut saja Agus Katon namanya, bercerita membandingkan ritme hidup dirinya dan orang tuanya yang berprofessi sebagai Guru di Malang. Dulu seorang guru di desa ritme hidupnya dijalani dengan damai dalam suasana penuh kehangatan dan keakraban dengan lingkungan sosialnya, muridnya, orangtua murid, …
Read More »Memilih Pemimpin
Oleh: Komaruddin Hidayat Memilih Gubernur atau Presiden tidak sama dengan memilih imam sholat. Dalam sholat berjamaah, mereka yang datang ke masjid sudah pasang niat untuk bersujud pada Allah, tidak begitu penting siapa imamnya. Mereka juga tak akan membuat kerusuhan di masjid. Dalam memilih imam sholat, yang diutamakan adalah yang paling …
Read More »Berdaulat Sesaat
Oleh: Komaruddin Hidayat Konsep kedaulatan rakyat itu terasa abstrak dan sulit diukur. Namun setiap menjelang pilpres atau pileg, kedaulatan rakyat itu begitu terasa, yaitu berupa hak suara. Dalam sistim demokrasi, seseorang sah menjadi wakil rakyat dan presiden tergantung besaran jumlah suara rakyat yang memilihnya. Makanya para alite politik berlomba untuk …
Read More »
KAHA Virtual University The Official Website of Prof. Dr. Komaruddin Hidayat