Oleh: Komaruddin Hidayat Hidup itu bagaikan permainan catur. Manusia bebas bergerak ke mana dia mau, namun pola gerakannya terikat dengan ketentuan yang sudah pasti. Perhatikan saja permainan catur, setiap aktor yang berada di atas papan terikat dengan pola gerakan yang sudah pasti, dan jika dilanggar maka permainan catur jadi buyar. …
Read More »Pemilu Yang Menegangkan
Oleh: Komaruddin Hidayat Ingat pemilu di era orde baru? Sebelum dilaksanakan, masyarakat sudah yakin bahwa yang akan terpilih lagi pasti Pak Harto. Sampai-sampai muncul sindiran, syarat untuk maju sebagai calon presiden harus punya pengalaman pernah jadi presiden, sehingga calon yang lain tidak mungkin bisa mengalahkan Pak Harto. Waktu itu yang …
Read More »High Tech, Low Touch
Oleh: Komaruddin Hidayat Pada tahun 1999 John Naisbitt menerbitkan buku yang menjadi best seller, yaitu High Tech, High Touch. Dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih dan menyentuh berbagai professi dan bidang kehidupan, aktivitas sehari-hari menjadi lebih ringan, produktif dan effisien dijalani. Masyarakat lalu terbiasa dengan situasi dan proses yang serba …
Read More »Humanisme
Oleh: Komaruddin Hidayat Secara sederhana humanisme adalah pemikiran filsafat yang sangat menghargai kapasitas manusia dalam mengukur dan menentukan konsep kebenaran, kebaikan dan keindahan dalam hidup ini. Jika ditarik jauh ke belakang, benih pemikiran ini sudah dirintis sejak Socrates (399 SM). Dalam dunia politik, moral dan sosial, humanisme sangat menjunjung tinggi …
Read More »Panggung
Oleh: Komaruddin Hidayat Dalam pengertian generiknya, panggung adalah bangunan papan agak tinggi dari permukaan tanah. Di Kalimantan, misalnya, banyak ditemukan rumah panggung yang dibangun di atas rawa-rawa sungai sehingga aman dari terpaan banjir ketika permukaan air naik. Juga penghuninya terhindar dari binatang liar. Tidak hanya di Kalimantan, di berbagai wilayah …
Read More »Culture of Fear
Oleh: Komaruddin Hidayat Banyak teori dan pemikir yang membahas asal-usul munculnya rasa takut dan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Frank Furedi dalam bukunya How Fear Works (2018) setebal 306 halaman itu mengulas cukup panjang tentang “culture of fear”, budaya ketakutan. Digunakan kata “culture” menunjukkan bahwa ketakutan itu telah meluas, membudaya, meskipun …
Read More »Polemik Kalender
Oleh: Komaruddin Hidayat Menurut Immanuel Kant (1724-1804), ketika kita berpikir sesungguhnya ada dua kondisi yang mesti ada, namun tidak kita sadari. Yaitu ada time and space (waktu dan ruang), yang dia sebut sebagai apriori condition. Ketika kita mengada, berpikir dan beraktivitas, semuanya berlangsung dalam waktu dan ruang. Bahkan ketika berpikir tentang …
Read More »Visi, Skill, dan Nyali
Oleh: Komaruddin Hidayat Panggung kompetisi dan perdebatan antar pasangan Capres-Cawapres, bukan sekedar lomba retorika, kemahiran berpidato atau berdebat di depan publik. Tetapi tak kalah pentingnya adalah menjual visi bagi masa depan bangsa. Seorang pemimpin yang visioner ibarat pelukis yang tengah memegang kuas yang mungkin saja tengah melukis sebuah titik atau …
Read More »Pudarnya Kepakaran
Oleh: Komaruddin Hidayat Judul di atas terinspirasi oleh buku The Death of Expertise (2017) oleh Tom Nichols. Sebuah buku yang provokatif dan peringatan serius bagi kalangan pakar. Yaitu mereka yang mempelajari bidang ilmu secara serius, konsisten, memiliki pengalaman banyak yang berkaitan dengan disiplin ilmunya, dan memperoleh pengakuan dari kolega seprofessi. …
Read More »Berdaulat Sesaat
Oleh: Komaruddin Hidayat Konsep kedaulatan rakyat itu terasa abstrak dan sulit diukur. Namun setiap menjelang pilpres atau pileg, kedaulatan rakyat itu begitu terasa, yaitu berupa hak suara. Dalam sistim demokrasi, seseorang sah menjadi wakil rakyat dan presiden tergantung besaran jumlah suara rakyat yang memilihnya. Makanya para alite politik berlomba untuk …
Read More »
KAHA Virtual University The Official Website of Prof. Dr. Komaruddin Hidayat